Tingkat gula darah selalu naik ketika pasien yang menderita diabetes menghadapi stress. Ketika kita mengalami stress, pituitary gland di belakang tengkorak kita akan merangsang adrenal gland di ginjal untuk melepas adrenaline. Hal ini memicu otot dan liver memecah glycogen yang tersimpan menjadi glukosa. Glukosa kemudian dilepaskan ke dalam jaringan untuk membantu tubuh melawan atau menghindari bahaya yang potensial. Pelepasan ini meningkatkan tingkat gula darah yang kadang-kadang melebihi kisaran normal. Jadi, diabetes juga dipengaruhi oleh kondisi emosional kita. Para penduduk kota selalu hidup dalam lingkungan yang menimbulkan stress. Kemacetan lalu lintas, polusi, beban kerja yang berlebihan, target-target penjualan serta masalah hubungan pribadi merupakan beberapa faktor penyebab stress. Jadi mudah untuk mengatakan kepada setiap orang bahwa stress tidak bisa dihindari. Cara termudah adalah me...